Kamis, 27 Juni 2013

Menatap langit

Berjalan pada arah yang sebenarnya tanpa melihat apa yang ada disekitar membuat mata ini buta pada titik terpenting pada sebuah makna keindahan hidup ini, bukan saatnya melihat sebuah tujuan yang diinginkan sesaat. Sedikit rela dan rendah hati untuk melihat sesedikit kesamping terjalnya hidup ini akan membuat kita setidaknya menemukan sebuah arti dalam maksud yang tak berarti bagi mereka. Tidak perlu takut atau cemas pada kadaan yang terjal dan mengguncang para jiwa-jiwa kehidupan ini, tersenyum dalam sapa sesehari akan memuat diri lebih memaknai sebuah arti keihlasan pada garis merah sang pencipta dunia.
Aku melihatnya jauh disana,..
Mungkin terlalu mengagumi jiwa ini, sehingga membuatku sedikit enggan melihat para penyempurna keindahannya. Tidak pernah terlintas dalam pikiran ini betapa sedihnya jika hanya menjadi sebuah penyempurna sang sempurna,.. mungkin diri ini lupa bahwa setiap sesuatu memiliki kesempurnaan yang nyata, dan itulah yang terjadi saat ini.


“tidak perlu iri melihat indahnya sebuah bulan, namun banggalah menjadi bintang,. Karena dimalam hari bintang tidak kalah indahnya dengan bulan.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More