Senin, 30 April 2012

bukan terlambat melainkan sebuah takdir,..


Sore itu aku berjalan menusuri jalan yang kusam, sepi dan sangat sepi, sampailah aku di sebuah komplek yang sangat sejuk, sepi, damai dan semerbak mewangi. Ku tatap sebuah gerbang yang mewah dan sedikit kusam, ku ucapkan salam yang berbeda namun tiada jawaban yang ku dengar, dan aku memahami itu. Suara burung dan hembusan angin menyambut kedatanganku, dengan sangat pelan dan sedikit rasa takut, ku mulai hentakan langkah kaki ini dengan mata mencari sebuah nama yang tertera pada dinding peristirahatan.
Cukup lama aku mencari dan sampailah ditempat yang ku cari yaitu sebuah nisan putih sedikit berlumpur tepat didepan mataku. air mataku mulai jatuh tanpa kendali dan aku hanya bisa termenung dalam kegoyahan alam bawa sadarku yang mulai tak menentu. dengan memegang nisan yang tertuliskan “ahmad sidik” bibir ini berkta ; assalam kakak, semoga kau bahagia di sisih Tuhan. Kami senantiasa mendoakan dan merindukanmu. dia adalah kakak kandungku yang sama sekali tak pernah ku lihat wajahnya, dia meninggalkan kami dan dunia ini sejak berumur enam bulan dari kelahirannya. Aku selalu berharap pada Tuhan, semoga apa yang kakak ku inginkan akan dapat saya penuhi, terutama membahagiakan kedua orang tua ku yang sudah rentan usianya.
Sejak kejadian itu, aku selau berfikir tiada kata terlambat untuk menciptakan senyum bahagia kedua orang tua kita, selama beliau masih melihat dan menginjakan kaki di bumi ini kesempatan akan terus ada dan terbuka. Berbagai cara selalu saya coba meskipun terkadang terasa berat karena cobaan yang begitu beraneka ragam, namun saya selalu berkata : bisa ! kerena bagi saya membahagiakan orang tua itu adalah hal yang paling indah dari apapun di dunia ini dan tiada hal yang tidak bisa ketika Tuhan telah berkata : Terjadilah, maka apaun akan terjadi.

Aku selalu berdoa agar Tuhan tidak mengambil satu di antara kami sebelum ada kebehagiaan yang yang saya buat untuk mereka, namun manusia hanya mampu merencanakan, berdoa dan berusaha. Tetap Tuhanlah yang menentukan hidup ini, kemanapun anda pergi tidak akan pernah bisa menghindar dari garis Takdir Tuhan.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More