Diam tanpa kata seolah tak perlu dikawatirkan

Meski laut tenang seperti layaknya malam, bukan bebrarti kau bisa berenang kapan saja kau mau.

sebuah arah dalam perdamaian

setiap langkahmu adalah penentu takdirmu, dan setiap langkahmu adalah keputusan mutlak bagi hidupmu, tak ada yang mampu merubah sang waktu kecuali Tuhan menginginkan

sang nahkoda kapal

Gerak langkah dan semangatmu untuk mengarungi samudra adalah sebuah daya hidup bagi setiap jiwa yang mengerti, setiap waktu sangatlah berbeda bagimu

Dalam terang sang surya

Niatmu dalam hidup adalah sebuah kekuatan yang menggoncang setiap keinginan, tekadmu dalam hidupmu merupakan sebuah harapan dari sebuah pencapaian

Dan saatnya tiba,..

saat kau terjatuh, hal yang pertama yang harus kau pikirkan adalah bangkit dan berdiri. jangan pernah menolak akan takdirmu karena itu adalah pembuka kebahagiaanmu

Tampilkan postingan dengan label Psi.Diagnostik II. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Psi.Diagnostik II. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 Oktober 2013

Analisis Jurnal


Pada pertemuan perkuliahan kali ini masih sama seperti yang sebekumnya, yaitu analisis mengenai sebuah jurnal dengan metode observasi,

Efektivitas Metode Bermain Peran (Role Play) Untuk meningkatkan Keterampilan Komunikasi Pada Anak
(journal.uad.ac.id/index.php/EMPATHY/article/download/1555/893‎)

          Y      Peneliti yang dilakukan dalam jurnal ini menggunakan metode bermain peran sebagai intervensi untuk             pengaruhnya terhadap keterampilan komunikasi anak.
          Y  Peneliti ingin melihat apakah terdapat perbedaan keterampilan komunikasi pada anak yang diberikan perlakuan metode berain peran (role play) dengan anak yang tidak diberikan perlakuan metode bermain peran.

Keterampilan komunikasi yang diperhatikan dalam penelitian ini ada tiga, yaitu :
         1)      keterampilan bicara
         2)      Mendengar
         3)      Berkomunikasi secara non-verbal.

Sebelum menentukan subjek dalam penelitian, peneliti melakukan tes awal untuk melihat anak-anak yang memiliki keterampilan komunikasi dibawah rata-rata. Setelah tes tersebut jumlah subjek penelitian sebanyak 15 siswa siswi kelas B di PAUD IT Durratul Islam, Ngablak, Magelang.

Pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan observasi dengan metode Child Behavior Checklist (CBCL). Kemudian untuk melihat apakah metode bermain role play efektif dalam meningkatkan kemampuan komunikasi pada anak, dilakukan posttest setelah eksperimen selesai.

Hasil penelitian menunjukkan “adanya perbedaan peningkatan yang signifikan pada keterampilan komunikasi antara kelompok siswa yang diberikan metode bermain role play dan kelompok yang tidak diberi metode tersebut”. Jadi, metode bermain peran sangat efektif untuk meningkatkan keterampilan komunikasi pada anak.

Senin, 23 September 2013

Etika Observasi

          Setelah kemarin membahas tentang observasi dalam mata kuliah Psikologi Diagnostik II, selanjutnya saya akan berbagi mengenai pertemuan selanjutnya. dan kali ini yang dibahas mengenai etika dalam melakukan observasi.  beberapa etika dalam observasi adalah sebagai berikut :

1. Menghindari perasaan menyakiti subjek penelitian
2. Ketka pengambilan data dari subjek harus meminta persetujuan dari subjek
3. Segala sesuatu yang berhubungan dengan identitas subjek hanya sekedar data pribadi
4. Peneliti menjelaskan maksud dan tujuan dari penelitiannya

selain itu juga membahas beberapa jurnal, diantaranya :

“Subjective Well-Being Anak dari Orang Tua Yang Bercerai”
Y      Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat dinamika perubahan well-being anak dengan orang tua yang bercerai. Subjek penelitian sebanyak dua orang yang berusia diantara 18-21th.
Y      Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Subjek diwawancara mengenai keadaan keluarganya, sebelum dan sesudah perceraian orang tua. Kemudian hasil tersebut diobservasi oleh peneliti melalui beberapa teknik analisis data.
Y      Hasilnya menunjukkan bahwa hasil pengamatan sebelum terjadinya perceraian tingkat subjective well-being subjek cenderung rendah. Kemudian, setelah terjadinya perceraian orang tua, terdapat dua hasil. Pertama, menggambarkan subjective well-being yang cenderung rendah dan yang kedua, menggambarkan subjective well-being yang cenderung meningkat.
Jurnal Psikologi Volume 35, No. 2, Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada

“Analisis Gender pada Iklan Televisi dengan Metode Semiotika”
      Y     Masalah dari penelitian ini adalah apakah iklan berimplikasi pada pengukuhan kembali nilai gender     stereotype bila iklan yang bersangkutan memuat ideology gender yang seksis? Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan dua iklan, yaitu iklan Ponds White Beauty dan iklan Rinso sebagai objeknya. Kemudian peneliti melakukan observasi terhadap iklan-iklan yang ditayangkan untuk mendapatkan gambaran tentang iklan itu sendiri.
    Y      Hasilnya, iklan Ponds White Beauty mempresentasikan ideology gender yang seksis (mengandung stereotip gender), dimana perempuan diletakkan pada posisi subordinat yang harus memenuhi keinginan laki-laki agar bisa menarik perhatian.
“Studi Kasus: Dampak Psikososial Enuresis Pada Remaja Putri”

Senin, 16 September 2013

Analisis Jurnal Observasi


Analisis
 psikodiagnostik pada pertemuan kali ini membahas tentang tugas yang diberikan sebelumnya, yaitu analisis jurnal dengan metode penelitian observasi. Pada sesi ini terdapat tiga kelompok yang mempersentasikan hasil analisisnya yang kemudian saya rangkum menjadi seperti dibawah ini :
1.      Kelompok pertama
Y      Judul jurnal    
Mangupa Pada Pasangan Pernikahan Pemula dalam Masyarakat Perantau Tapanuli Selatan
Y      Masalah Penelitian
Tema-tema psikologis apa yang muncul dari tradisi mangupa?
Y      Tujuan Penelitian
Berdasarkan presentasi kelompok satu, jurnal tersebut memiliki tujuan penelitian untuk berupaya mengungkap tema-tema psikologis yang terkandung dalam tradisi mangupa.

2.      Kelompok kedua
Y      Judul jurnal
Seksualitas Remaja Autis Pada Masa Puber
Y      Masalah Penelitian
Ø Bagaimanakah ekspresi seksual dan perilaku seksual yang ditampakkan oleh remaja autis?
Ø Bagaimana peran orangtua, guru, dan terapis sebagai caregiver terkait dengan datangnya masa pubertas?
Ø Bagaimana lingkungan atau masyarakat sekitar merespon perilaku seksual yang ditampakkan remaja autis?
Ø Bagaimana pemberian pendidikan seksualitas remaja autis secara tepat?
Y      Tujuan penelitian:
Berdasarkan presentasi kelompok dua, jurnal tersebut memiliki tujuan penelitian untuk menggambarkan seksualitas remaja autis pada masa puber. Dimana pada penelitian ini pemahaman seksualitas yang digunakan berupa perubahan perilaku yang dipengaruhi oleh kognisi dan perubahan afeksi atau emosional.

3.      Kelompok ketiga
a.      Judul jurnal
Presentasi Diri dan Desepsi dalam Komunikasi Media Computer Pada Pengguna Internet Relay Chat
b.      Tujuan Penelitian
Berdasarkan presentasi kelompok tiga, jurnal tersebut memiliki tujuan penelitian untuk menggkaji tentang bentuk komuikasi antar pribadi dalam sebuah komunitas jaringan computer, yakni ketika lotus interaksi tatap muka digantikan oleh konteks komunikasi berbasis teks. Itulah ketiga jurnal yang telah di presentasikan oleh masing-masing kelompok pada pertemuan minggu lalu.


Observasi

Observasi
              
                Memandang sekitar dengan daftar periksa sebagai semacam metode observasi di gunakan oleh hongkong institut pendidikan untuk mengawasi siswa guru kelas praktikum kinerjadalam mengajar mereka. Menggunakan ini sebagai kasus, kertas saat ini analisis metodeobservasi sebagai bentuk pengawasaan. Berfokus pada beberapa keuntungan dan kerugiandalam praktek, makalah ini berpendapat bahwa meskipun metode ini bekerja dalam beberapasituasi, tidak efektif dalam meningkatkan guru siswa profesional pembangunan. Untuk mengatasi kekurangan tersebut, beberapa lainnya observasional teknik yang di sarankan

A. Pengertian Observasi
          Bagi peneliti prifesional, observasi umumnya digunakan sebagai metode untuk mengumpulkan data   atau untuk mencatat bukti. Definisi umum observasi oleh peneliti adalah untuk melihat, tetapi untuk melihat ini diharapkan dapat menyertakan analisis dan interpretasi yang spesifiik (Tikstine, 1998). Oleh karena itu, Sanger (1996:22) berpendapat bahwa observasi dapat dilakukan dengan melihat bukti yang dikumpulkan dan berusaha mencari yang signifikan dan tidak signifikan dari kumpulan bukti tersebut. Definisi observasi menurut Tikstine (1988) : pengumpulan bukti visual secara sistematis dan seakurat mungkin, yang mengarah kepada penyampaian penilaian dan perubahan yang perlu untuk perilaku yang dapat diterima[1].

     B. Fungsi Observasi
1.      Sebagai metode pembantu dalam penelitian yang bersifat eksploratif
2.      Sebagai metode pembantu dalam penelitian yang sifatnya sudah lebih mendalam.
3.      Sebagai metode utama dalam penelitian[2].

    C. Tujuan Observasi
         Tujuan  observasi  adalah  mendeskripsikan seting yang dipelajari, aktivitas-aktivitas yang berlangsung,  orang-orang  yang  terlibat dalam  aktivitas  dan  makna  kejadian  yang dilihat dari  perspektif  mereka  yang  terlibat dalam kejadian yang diamati.
·         Hal-hal yang dapat diobservasi :
o   Berdasarkan tujuan/variabel yang menjadi target
o   Ekspresi verbal, non verbal, respon verbal/non verbal perilaku terhadap stimulus atau kemunculan indikator khusus
o   Aspek khusus dari perilaku
o   Waktu, lokasi, penampilan, gaya bahasa (intonasi dan pilihan kata).

     D. Jenis-jenis Observasi
           1. Observasi Partisipan-non partisipan
           2. Observasi Sistematik-non sistematik
          3. ObservasiEksperimental- non eksperimental
          4. Observasi Obtrusive dan unobtrusive
          5. Observasi formal-informal

     E. Metode Observasi
a)      Metode catatan harian/diary description
b)      Anecdotal record
c)      Metode time sampling
d)      Event sampling
e)      Check list
f)       Rating scale
g)      Mechanical device

                        F. TAHAPPENGOLAHAN DATA OBSERVASI
a)      Tahap pengambilan data
b)      Tahap pengolahan data
c)      Tahap penarikan kesimpulan
d)      Validitas dan Reliabilitas

            G. Reliabilitas & Validitas
a.      Reliabilitas : Metode yang reliabel, metode yang digunakan orang lain dalam kondisi yang sama akan menunjukkan hasil yang sama atau serupa perlunya reliabilitas antar rater.
b.      Validitas : keakuratan/keterpercayaan seberapa tepat metode mengukur apa yang diukur. Validitas tidak intrinsik ada pada metode karena dapat lebih dihubungkan dengan problem yang diteliti.

              H.  Prosedur menetapkan reliabilitas
           Reliabilitas antarobserver/inter rater berdasarkan  skor  dari  dua  atau  lebih observer  yang    mencatat  informasi  yang sama.

       I.  Faktor-faktor yang mempengaruhi validitas dan reliabilitas
                1.  Observer
                2.  Setting,skala dan instrumen
                3. Subjek yang diamati
                4. Sampel[3].




[1] http://www.scribd.com/doc/39320404/makalah-observasi
[2] http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._PSIKOLOGI/195010101980022-SITI_WURYAN_INDRAWATI/PD2-Teori_Observasi.pdf
[3] http://psikologi.ustjogja.ac.id/files/materi/1305712837Psikodiagnostik2Observasi.pdf

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More